Kegiatan membersihkan lingkungan menjadi pengalaman langsung bagi para murid untuk memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan mengenakan perlengkapan yang diperlukan, murid-murid bersama guru dan karyawan memungut sampah yang ditemukan di sekitar pasar dan sepanjang Jalan Tamtama dan Jalan Utama Tengah Weleri. Pasar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat. Setiap hari terdapat banyak pedagang, pembeli, tukang parkir, tukang becak, dan berbagai aktivitas lainnya. Banyaknya aktivitas tersebut juga berpotensi menghasilkan sampah. Melalui aksi sederhana ini, SMP Kanisius Weleri ingin menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Para murid tidak hanya melihat kondisi lingkungan, tetapi terlibat langsung dalam upaya memperbaikinya. Mereka belajar bahwa kepedulian tidak cukup hanya diucapkan. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi murid untuk belajar bekerja sama. Mereka saling berbagi tugas, bekerja dalam kelompok, memperhatikan lingkungan sekitar, dan bersama-sama menyelesaikan kegiatan hingga selesai. Nilai gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia pun hadir secara nyata dalam kegiatan tersebut. Perjalanan membersihkan lingkungan dari sekitar Pasar Weleri melalui Jalan Tamtama hingga ke sekolah juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para murid. Jalan yang setiap hari mereka lewati menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka melihat secara langsung kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, kondisi lingkungan, serta berbagai persoalan sederhana yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat juga dapat menjadi sumber belajar yang kaya dan bermakna. Berbagi Nasi Bungkus sebagai Wujud Syukur Menghidupkan Semangat Universal dan Transformatif. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut semakin meneguhkan semangat SMP Kanisius Weleri sebagai sekolah yang menghidupi nilai Universal dan Transformatif. Semangat Universal diwujudkan melalui kepedulian terhadap siapa pun. Dalam kegiatan berbagi nasi bungkus, murid belajar untuk melihat sesama bukan berdasarkan status sosial, pekerjaan, ataupun latar belakangnya. Tukang parkir, tukang becak, pedagang, dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komunitas yang patut dihargai dan diperhatikan. Sementara itu, semangat Transformatif diwujudkan melalui keberanian untuk melakukan perubahan, meskipun dimulai dari tindakan yang sederhana. Membersihkan sampah di sekitar pasar mungkin tampak sebagai kegiatan kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan terus menerus, dapat memberikan perubahan nyata terhadap lingkungan.